April 7, 2021 By theatreleqube.com 0

Panduan Memilah Ataupun MEMBELI GITAR AKUSTIK

Berikut aku coba share panduan memilah/ membeli gitar akustik, disarikan dari bermacam sumber serta pengalaman individu.

Wujud body:

Terdapat banyak wujud gitar akustik, dari yang kecil sampai ke yang jumbo. Besar kecil, tebal tipis itu mempengaruhi terhadap projeksi suara serta tonenya. Perihal yang kerapkali jadi perdebatan batin merupakan mutu suara VS kenyamanan. Gitar Fender Telecoustic pasti saja jauh lebih aman dibanding Gibson J200, tetapi, mutu sama besar suaranya pula jauh lebih bagus J200. Wujud gitar akustik terdapat yg pake cutaway terdapat yg ngga. Keunggulan yg pake cutaway pastinya jadi lebih gampang menjangkau fret2 besar, tetapi konon gitar akustik tanpa cutaway menciptakan projeksi sound yg lebih bagus.

Silahkan diseleksi cocok kebutuhan sama preferensi kenyamanan agan.

Dimensi neck: chord

Tebal tipisnya neck pula jadi pertimbangan buat memilah gitar akustik. Sesuaikan dengan dimensi tangan kita yang tentu. Fret yang di neck gitar akustik itu berkisar antara 12- 14 fret( artinya jumlah fret dari headstock sampe batasan neck yg tertempel dibody). Umumnya dimensi body pula mempengaruhi ke dimensi neck. Dimensi neck gitar klasik( nylon) itu lebih lebar dibandingin gitar string steel, sebab memanglah tradisinya begitu serta memfasilitasi metode fingerstyle tertentu.

Electronics:

Sebagian besar gitar akustik middle end jaman saat ini telah terdapat preamp sama pickupnya, jenisnya pula berbeda- beda. Sangat universal itu yang tipenya piezo di bridgenya. Yang agak mahalan terdapat yang berupa microphone ataupun campuran, terdapat pula yang wujud pickup semacam gitar listrik. Sound yang dihasilkan berbeda- beda, tetapi malah sound sangat bagus dihasilkan dari miking todong langsung tanpa electronics built in, jadi richnessnya dapat dapet.

Tipe kayu:

Nah ini nih yang sangat membuat aku penasaran. Soalnya tipe kayu gitar akustik sangat mempengaruhi ke sound yang dihasilkan. Ilmunya beda sama gitar listrik, sebab body gitar akustik terdiri atas top, side and back, neck, fingerboard sama bridge dimana sound yg dihasilkan dapat berbeda.

Spruce merupakan tipe kayu yg universal dipakai buat top, tetapi terdapat pula yg gunakan mahogany ataupun kayu- kayu lain buat top serta ini mempengaruhi banget. Banyak yg bilang kayu yg dipakai buat top( soundboard) merupakan perihal yg sangat memastikan sound suatu gitar akustik. Yg udah aku coba, gitar dengan top spruce berkarakter bright, rich, kental di high frequency. Jika topnya mahogany, katanya sih jadi lebih kental di low frequency.

Nah beda kalo mahogany dipakai buat back and side. Malah kepribadian yg dibawanya itu high, makanya terdapat orang yang buat gitar full mahogany( top, back and side mahogany) dengan pertimbangan sound yg dikeluarkan masih balance, contohnya gitar signaturenya Joe Frusciante, Martin jenis apa gitu kurang ingat. Yang aku rasain sih, mahogany dipakai buat back ama side itu soundnya tidak hanya bright pula woody, kayu banget. Kayu yg pula universal dipakai buat back and side itu rosewood. Karakternya lebih ke mid- bass range, overtone yang lingkungan serta sustain yang lebih panjang, menciptakan campuran yang ajip kalo dikombinasiin sama spruce top. Umumnya yangg gunakan back and side rosewood itu gitarnya lebih mahal, sebab kayunya lebih mahal dari mahogany.

Nah kebetulan petualangan aku baru nyampe ke 2 kayu itu buat back and side, jadi jangan tanya jenis2 kayu yang lain, sebab aku ga tau. Sangat yang aku sempat coba di gitar lokal, itu gunakan kayu nato asli Indonesia di gitar all laminate. Soundnya terasa agak tipis.

Sisanya buat material neck sama fretboard, sama ngaruhnya kaya gitar listrik. Terus menjadi keras material kayu fretboard, terus menjadi bright sound yg dihasilkan, tetapi ga sengaruh material kayu body. Yang universal dipake itu rosewood sama ebony.

Intonasi:

Nah ini yang berarti banget cocok lagi nyobain gitar, spesialnya gitar middle- low end. Intonasi itu artinya ketepatan nada yg dihasilkan dikala kita berpindah fret sejauh neck. Gitar dgn mutu pembuatan yg kurang bagus kadangkala dapat kerasa kurang baik intonasinya diatas fret ke 12, dimana nada yg dihasilkan dapat ga pas( pindah fret tetapi nadanya ga berganti). Kalo ingin beli yg merknya agan belum tahu, ato bisa jadi custom, dites dahulu intonasinya ya.

Baca Juga : Apakah Berat Badan Anak Anda Sehat?

Tuning Machine:

Ini sih berarti baik buat gitar akustik ataupun elektrik. Emang tuning machine yg bermerk semacam Grover gitu umumnya lebih bagus dibandingin yg gaada merknya, tetapi kan mahal ya gan.. Umumnya sih kalo aku yg berarti dicoba aja agak lama, suka rubah2 gak stemannya. Model tuning machine yg ketutup umumnya lebih bagus sebab dalemannya lebih tahan karat ga kena hawa langsung.